suksesi KAMIFA

Bulan Februari 2010 adalah bulan bersejarah bagi mahasiswa muslim farmasi (lebay mode on ^^), karena ada penerusan amanah kamifa yang semula dipegang oleh pengurus kamifa 2009 menjadi pengurus kamifa 2010. saat penulis menulis tulisan ini (?? ribet bahasanya), sedang masa-masa persiapan dan propaganda menuju suksei yang rencananya akan dilakukan akhir Februari..

semoga KAMIFA 2010 lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih melayani ummat di tahun 2010

aminnn

 

 

No Comments

Ilmuwan Farmasi Muslim di masa kejayaanya

–ditulis untuk ilmuwan farmasi masa depan–

 

Sahabat kamifa, sebenarnya seperti apa sih sejarah ilmuwah Muslim, khususnya di bidang farmasi? pada masa keemasannya Islam lah pusat peradaban dengan universitas-universitas tuanya, bahkan lebih tua dari pada universitas paris di Perancis. Namun sejak islam kalah dalam peperangan melawan eropa, sejarah menjadi tertutupi, sehingga sampai saat ini kita tidak dapat melihat buku-buku yang sedikitpun menyinggung tentang kontribusi ilmuwan farmasi Muslim…

berikut ini kamifa coba paparkan beberapa ilmuwan tersebut

Ibnu Al-Baitar

Lewat risalahnya yang berjudul Al-Jami fi Al-Tibb (Kumpulan Makanan dan Obat-obatan yang Sederhana), Ibnu Al-Baitar turut memberi kontribusi dalam dunia farmasi. Dalam kitabnya itu, Al-Baitar mengupas beragam tumbuhan berkhasiat obat yang berhasil dikumpulkannya di sepanjang pantai Mediterania antara Spanyol dan Suriah. Tak kurang dari seribu tanaman obat dipaparkannya dalam kitab itu. Seribu lebih tanaman obat yang ditemukannya pada abad ke-13 M itu berbeda dengan tanaman yang telah ditemukan ratusan ilmuwan sebelumnya. Tak heran bila kemudian Al-Jami fi Al-Tibb menjadi teks berbahasa Arab terbaik yang berkaitan dengan botani pengobatan. Capaian yang berhasil ditorehkan Al-Baitar sungguh mampu melampaui prestasi Dioscorides. Kitabnya masih tetap digunakan sampai masa Renaisans di Eropa.

Abu Ar-Rayhan Al-Biruni (973 M – 1051 M)

Al-Biruni mengenyam pendidikan di Khwarizm. Beragam ilmu pengetahuan dikuasainya, seperti astronomi, matematika, filsafat dan ilmu alam. Ia memulai melakukan eksperimen ilmiah sejak remaja. Ilmuwan Muslim yang hidup di zaman keemasan Dinasti Samaniyaah dan Ghaznawiyyah itu turut memberi kontribusi yang sangat penting dalam farmasi. Melalui kitab As-Sydanah fit-Tibb, Al-Biruni mengupas secara lugas dan jelas mengenai seluk-beluk ilmu farmasi. Kitab penting bagi perkembangan farmasi itu diselesaikannya pada tahun 1050 M – setahun sebelum Al-Biruni tutup usia. Dalam kitab itu, Al-Biruni tak hanya mengupas dasar-dasar farmasi, namun juga meneguhkan peran farmasi serta tugas dan fungsi yang diemban seorang farmasis.

Abu Ja’far Al-Ghafiqi (wafat 1165 M)

Ilmuwan Muslim yang satu ini juga turut memberi kontribusi dalam pengembangan farmasi. Sumbangan Al-Ghafiqi untuk memajukan ilmu tentang komposisi, dosis, meracik dan menyimpan obat-obatan dituliskannya dalam kitab Al-Jami’ Al-Adwiyyah Al-Mufradah. Buku tersebut memaparkan tentang pendekatan metodologi eksperimen, serta observasi dalam bidang farmasi.

Al-Razi

Sarjana Muslim yang dikenal di Barat dengan nama Razes itu juga ikut andil dalam membesarkan bidang farmasi. Ilmuwan Muslim serba bisa itu telah memperkenalkan penggunaaan bahan kimia dalam pembuatan obat-obatan.

Sabur Ibnu Sahl (wafat 869 M)

Ibnu Sahal adalah dokter pertama yang mempelopori pharmacopoeia (farmakope). Kontribusinya dalam bidang farmasi juga terbilang amat besar. Dia menjelaskan beragam jenis obat-obatan. Sumbangannya untuk pengembangan farmasi dituangkannya dalam kitab Al-Aqrabadhin.

Ibnu Sina

Dalam kitabnya yang fenomenal, Canon of Medicine, Ibnu Sina juga mengupas tentang farmasi. Ia menjelaskan lebih kurang  700 cara pembuatan obat dengan kegunaannya. Ibnu Sina menguraikan tentang obat-obatan yang sederhana.

Al-Zahrawi

Bapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan destilasi.

Yuhanna Ibnu Masawayh (777 M – 857 M)

Orang Barat menyebutnya Mesue. Ibnu Masawayh merupakan anak seorang apoteker. Kontribusinya juga terbilang penting dalam pengembangan farmasi. Dalam kitab yang ditulisnya, Ibnu Masawayh membuat daftar sekitar 30 macam aromatik.
Salah satu karya Ibnu Masawayh yang terkenal adalah kitab Al-Mushajjar Al-Kabir. Kitab ini merupakan semacam ensiklopedia yang berisi daftar penyakit berikut pengobatannya melalui obat-obatan serta diet.

Abu Hasan ‘Ali bin Sahl Rabban at- Tabari

At-Tabari lahir pada tahun 808 M. Pada usia 30 tahun, dia dipanggil oleh Khalifah Al-Mu’tasim ke Samarra untuk menjadi dokter istana. Salah satu sumbangan At-Tabari dalam bidang farmasi adalah dengan menulis sejumlah kitab. Salah satunya yang terkenal adalah Paradise of Wisdom. Dalam kitab ini dibahas mengenai pengobatan menggunakan binatang dan organ-organ burung. Dia juga memperkenalkan sejumlah obat serta cara pembuatannya.

nah… sekarang saatnya kita kembali bangkit, sekarang bukanlah waktunya kita hanya mengenang kejayaan masa lalu, namun kita harus mengembalikan kejayaan itu

-why, disadur dari http://www.ilmufarmasi.com-

Tags: ,

No Comments

Gamais Integrated Training (GIT) 2009

 

Yayasan Al-Mahdiyyin, Nagreg, 8-10 Muharram 2009

Selama tiga hari kader-kader Gamais pusat dan Wilayah yang akan diproyeksikan menjadi pengurus inti Gamais pusat dan wilayah mengikuti Gamais Integrated training. Dari Kamifa mengutus : Ikhya (STF 2007), Wahyu (STF 2007), Tuti (STF 2007), Laras (FKK 2008), Lintang (FKK 2008) dan disusul Adin (STF 2008). Acara yang berlangsung selama tiga hari merupakan sarana untuk mempersatukan pandangan gamais pusat dan wilayah agar sinergisasi gerak menjadi lebih baik.

Bagi peserta acara ini tak hanya sekedar training, namun juga sarana berekreasi saat liburan dan acara upgrading diri akan ilmu  keIslaman juga merupakan momentum membangkitkan semangat beraktivitas dan beribadah. Hari pertama adalah materi yang diberikan dalam tiga sesi, sesi pertama disampaikan oleh Ustadz Taufik Lc. dari ma’had Al-Imarad, Cimahi. Inti dari materi yang beliau sampaikan adalah kondisi ummat saat ini yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam dan jauh dari kesejahteraan  seperti adanya korupsi, kenakalan remaja, kemiskinan  dsb, padahal Indonesia sebenarnya dianugerahi Sumber daya alam yang sangat besar. selain itu beliau juga menjelaskan berbagai kelemahan ummat saat ini yang menyebabkan Indonesia mempunyai kondisi seperti ini.

Materi kedua tentang Ukhuwah disampaikan oleh kang Hafidz (El 98) bahwa ukhuwah itu harus didasari keImanan kepada Allah Swt. Kemudian ukhuwah juga mempunyai beberapa tingkatan yaitu ta’aruf, tafahum, taawun, takaful, dan Itsar. sebuah cerita dari beliau bahwa karena ukhuwah ini, dahulu saat beliau masih kuliah di ITB, ketika teman satu liqo’ nya ada yang tidak bisa bayar kuliah langsung saja beliau barikan kartu ATM-nya untuk diambil uangnya sebagai pembayaran SPP kuliah, atau ketika lain hari ada temannya yang kehilangan mobil, maka dengan segera ia dan teman-teman yang lain mencari bantuan dana untuk menggantinya. Sebaliknya beliau pun pernah juga ditolong orang karena ukhuwah ini. Ukhuwah juga mempunyai beberapa sarana diantaranya saling memberi hadiah, saling menolong dsb.

Materi ketiga disampaikan Oleh Rendy Saputra (TM 04, Owner NATC) beliau menjelaskan tentang manajemen organisasi namun yang paling menyentuh adalah motivasi yang beliau sampaikan bahwa kita hidup didunia sangatlah sedikit amal kita, namun banyak sekali kufur nikmat dan dosa yang kita lakukan, mulai dari bangun pagi saja kita sering lupa mengucapkan hamdallah, saat makan lupa berdoa, tidak bisa menjaga hati dan mata dan seterusnya, kita banyak berdosa dan kita lakukan hal itu setiap hari. lantas apakah cukup amal kita untuk masuk surga jika kita hanya mengandalkan sholat wajib untuk mencari amal?? hal inilah yang menjadi salah satu motivasi kang rendy juga kenapa aktif berdakwah dan aktif di Gamais. bahwa kita harus berdakwah agar bisa menambah amal kita karena jika kita menjadi jalan hidayah bagi seseorang maka itu lebih baik dari dunia dan seisinya. kita juga akan mendapatkan pahala sebesar yang orang lain dapat jika ia mengamalkan apa yang kita dakwahkan. maka, jikalaupun kita masih merasa kurang ilmu, banyak dosa dsb, jangan malu untuk berdakwah, karena dengan berdakwah kita akan dengan sendirinya berusaha untuk menambah ilmu kita, dan juga akan menambah pahala kita seperti yang telah dijelaskan diatas. bukan dengan lari dari dakwah, karena tentu saja dosa kita akan semakin banyak dan kita semakin jauh dari surga.

Hari kedua, diisi dengan musyawarah kerja Gamais dan beberapa usul dihasilkan kala itu untuk kemajuan Gamais kedepan. sedangkan hari ketiga diisi dengan outbond. tentu saja disela-sela waktu kosong selalu dimanfaatkan untuk beramal seperti tilawah, sholat dhuha, sholat tahajud dan sebagainya. Sehingga inilah yang membedakan training di Gamais dengan organisasi lainnya. 

-by:why-

No Comments